Trenggalek - STKIP PGRI Trenggalek kembali menggelar ajang bergengsi Pemilihan Duta Kampus 2025 sebagai upaya membangun generasi mahasiswa yang berprestasi, berkarakter, sekaligus menjadi teladan di lingkungan kampus. Acara berlangsung meriah dengan diikuti finalis dari 5 program studi dan mendapat sambutan hangat dari civitas akademika.
Dalam ajang ini, terpilih Krisna Pambayun
(Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi) sebagai Juara 1 Duta Kampus Putra
dan Eka Rahayu Setiana (Pendidikan Bahasa Inggris) sebagai Juara 1 Duta Kampus
Putri. Keduanya berhasil menyisihkan peserta lain melalui penilaian ketat dari
dewan juri yang menilai kemampuan akademik, keterampilan komunikasi, wawasan
kebangsaan, serta kepribadian.
Sementara itu, Juara 2 Putra diraih oleh Arda Rifki Fauzi (Pendidikan Bahasa Inggris) dan Juara 2 Putri oleh Defita Rahmatdani (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan). Untuk Juara 3, posisi putra ditempati oleh Mahfudin Yusuf (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) dan kategori putri dimenangkan oleh Bela Amalia Y.R. (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia).
Selain kategori utama, panitia juga memberikan penghargaan khusus kepada mahasiswa yang dinilai memiliki kepedulian sosial tinggi. Gelar Duta Anti-Perundungan diraih oleh Mochamad Jamhari (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) untuk putra dan Novel Diah Anggraini (Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi) untuk putri. Sedangkan kategori Duta Sosial Budaya diberikan kepada Miftahul Ihsan (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) dan Sanasifatul’ulya (Pendidikan Guru Sekolah Dasar).
Pemilihan Duta Kampus ini tidak hanya
menekankan aspek penampilan, tetapi juga integritas, kecerdasan, serta
kemampuan menjadi agen perubahan positif di lingkungan akademik maupun
masyarakat. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, STKIP PGRI Trenggalek berharap
para duta terpilih dapat menjadi role model bagi mahasiswa lain serta mampu
membawa nama baik kampus dalam berbagai kesempatan.
Suasana hangat penuh antusiasme terlihat
sejak awal hingga akhir acara. Dukungan dari keluarga, sahabat, dan sesama
mahasiswa membuat momen penobatan semakin berkesan. Ajang ini pun diharapkan
dapat terus menjadi agenda tahunan yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk
berkembang dan berkontribusi lebih luas.

