Acara tersebut juga dihadiri sejumlah
tokoh daerah dan pejabat, di antaranya Ketua PGRI Jawa Timur, perwakilan Bupati
Trenggalek, Kapolres, Kepala Pengadilan Negeri, Kodim Trenggalek, Ketua
pembina, pengawas, dan pengurus yayasan, Ketua Senat, Kepala BNN, Kepala BPS,
Kepala Dispora Trenggalek, hingga Rektor Universitas Bhineka PGRI (UBHI)
Tulungagung.
Dalam prosesi ini, STKIP PGRI Trenggalek
secara resmi meluluskan 166 sarjana baru dari lima program studi. Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) sebanyak 28 orang, Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan (PPKn) sebanyak 16 orang, Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan
Rekreasi (Penjaskesrek) sebanyak 17 orang, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
sebanyak 83 orang, dan Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 22 orang.
Ketua STKIP PGRI Trenggalek, Dr. Dwi Kuncorowati, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa wisuda merupakan bentuk tanggung jawab akademik perguruan tinggi kepada masyarakat. “Kami bangga sekaligus bersyukur dapat kembali menyelenggarakan Wisuda Strata 1 ini. Hingga saat ini, STKIP PGRI Trenggalek telah melahirkan 7.981 alumni. Hal ini menjadi bukti konsistensi kami dalam mencetak pendidik yang profesional dan berkompeten,” ujarnya di hadapan hadirin.

Suasana penuh haru dan kebanggaan tampak
ketika satu per satu nama wisudawan dipanggil untuk maju ke panggung. Tepuk
tangan meriah, sorakan keluarga, dan kilatan kamera mewarnai jalannya acara.
Momen ini menjadi penanda berakhirnya perjuangan akademik sekaligus awal
langkah baru para sarjana muda dalam meraih cita-cita dan mengabdi pada
masyarakat.
Dengan pengukuhan 166 lulusan baru ini, STKIP PGRI Trenggalek kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang konsisten melahirkan tenaga pendidik berkarakter, kompeten, dan siap menghadapi tantangan zaman.

